AKSI 200.000 kader PKS untuk Krisis Timur tengah

Ahad, PKS Gelar Aksi Peduli Timur Tengah

Saturday, 26 March 2011 20:46 WIB

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan mengerahkan sekitar 200 ribu kader dan simpatisannya, di Jakarta, Minggu (27/3) siang untuk “Aksi Kepedulian Indonesia untuk Krisis Timur Tengah”.

Siaran pers DPP PKS yang diterima di Jakarta, Sabtu (26/3), menyebutkan, massa PKS dari wilayah Jabodetabek itu akan berkumpul di Lapangan Monas, Minggu (27/3) mulai pukul 12.30 WIB.

Menurut Koordinator Aksi, Tubagus Arif, aksi kepedulian itu akan dihadiri tokoh nasional dari berbagai ormas, orpol, juga tokoh lintas agama.
Continue reading

perbedaan 2 karya monumental Auguste comte

Ujian Tengah Semester

Teori Sosiologi bagi Kesejahteraan Sosial

Wahyu Ramdhan Wijanarko, NPM.1006694271

Soal: Jelaskan perbedaan 2 karya monumental comte dan jelaskan pula apa yang melatarbelakangi perbedaan tersebut !

 

Pada abad ke 19, Prancis mengalami perubahan sosial yang signifikan setelah pecahnya revolusi Prancis. Seorang filusuf Auguste Comte mengemukakan kekhawatirannya terhadap gejala sosial yang terjadi. Perubahan mendasar dari revolusi Prancis adalah munculnya demokrasi di Prancis, namun selain perubahan positif ini revolusi juga mendatangkan konflik antar kelas di dalam masyarakat. [1]Dilatarbelakangi peristiwa inilah ia membayangkan suatu ilmu yang berdiri sendiri dan penelitian tersebut harus berdasarkan pada metode – metode ilmiah. Saat itu Comte membayangkan suatu penemuan hukum – hukum fisik yang dapat mengatur gejala – gejala sosial. Comte kemudian menamakan ilmu ini sosiologi. Dalam pemikirannya Comte lebih memusatkan perhatiannya pada tingkat kultural kenyataan sosial, ia percaya bahwa pola pikir suatu masyarakat sejalan dengan tingkat intelektualnya. Comte memahami bahwa begitu intelektualkita bertambah,maka masyarakat itu akan maju.

[2]Auguste Comte lahir di Mountpellier, Prancis pada tahun 1798. Dia mendapat pendidikan di Ecole Polytechnique di Paris, disini ia mengalami pergolakan sosial, intelektual, dan politik. Belum selesai studi, ia keluar dari Ecole. Ia memulai jejak karir sebagaipengajar les matematika, namun minatnya terhadap masalah – masalah kemanusiaan dan sosial tidak terbendung. Minat ini mulai berkembang dibawah pengaruh Saint Simon, yang mempekerjakannya sebagai sekretarisnya dan dengannya Comte menjalin kerjasama erat dalam mengembangkan karya awalnya. Ia kemudian menikahi seorang  wanita bernama

Caroline Massin. Comte dikenal arogan, kejam dan mudah marah sehingga pada tahun 1826 dia dibawa ke sebuah rumah sakit jiwa, tetapi ia kabur sebelum sembuh. Kemudian setelah kondisinya distabilkan oleh Massin, ia mengerjakan kembali apa yang dulu direncanakannya. Namun sayangnya, ia bercerai dengan Massin pada tahun 1842 karena alasan yang belum diketahui. Saat-saat diantara pengerjaan kembali rencananya sampai pada perceraiannya. Buku pertamanya The Course of  Positive Philosophy yang terbit antara tahun 1830 dan 1842. Dalam bukunya yang pertama ini Comte melihat perkembangan ilmu tentang masyarakat yang bersifat alamiah ini sebagai puncak suatu proses kemajuan intelektual yang logis melalui mana semua ilmu – ilmu lainnya sudah melewatinya.kemajuan ini mencakup perkembangan mulai dari bentuk – bentuk pemikiran teologis purba, penjelasan metafisik, dan akhirnya sampai ke terbentuknya hukum – hukum ilmiah yang positif.bidang sosiologi adalah paling akhir melewati tahap – tahap ini,karena pokok permasalahannya lebih kompleks daripada yang terdapat dalam ilmu fisika dan biologi. Buku The Course of Positive Philosophy merupakan sebuah  ensiklopedi mengenai evolusi filosofis dari semua ilmu dan merupakan suatu pernyataan yang sistematis tentang filsafat positif, yang semua itu terwujud dalam tahap terakhir perkembangan.

Menurut Comte kemajuan progresif peradaban manusia mengikuti suatu jalan yang alami, pasti, sama, dan tak terelakkan. Dalam buku pertamanya dijelaskan tentang hukum tiga tahap. Ini merupakan cara Comte menjelaskan tentang kemajuan evolusioner manusia dari primitif ke peradaban Prancis yang sangat maju saat itu. Comte mengemukakan bahwa sejarah memperlihatkan adanya tiga tahap yang dilalui peradaban.

Pada tahap pertama diberinya nama tahap teologis, yang kedua tahap metafisik dan tahap ketiga adalah tahap positif. Pada tahap pertama, Tahap Teologis, merupakan periode paling lama dalam sejarah manusia, dan dalam periode ini dibagi lagi ke dalam 3 subperiode, yaitu Fetisisme,  ini merupakan kepercayaan dominan pada masyarakat positif dimana benda – benda memiliki kekuatan. Politheisme, memiliki anggapan bahwa ada kekuatan yang mengatur alam. Monotheisme, yaitu kepercayaan dewa mulai digantikan dengan yang tunggal, dan puncaknya ditunjukkan adanya Khatolisisme.

Tahap kedua,yaitu tahap metafisik, tahapan ini merupakan jembatan antara tahap teologis dan tahap positif. Tahap ini mempercayai hukum alam yang dapat masuk dalam akal budi. [3]Tahap terakhir adalah tahap positif, pada tahap ini industri mendominasi hubungan sosial dan produksi menjadi tujuan utama masyarakat. Imajinasi telah digeser oleh pengamatan dan konsepsi – konsepsi teoritik. Tahap positif ditandai oleh kepercayaan akan data empiris sebagai sumber pengetahuan terakhir, tetapi sekali lagi pengetahuan itu sifatnya sementara dan tidak mutlak, disini menunjukkan bahwa semangat positivisme yang selalu terbuka secara terus menerus terhadap data baru yang terus mengalami pembaharuan dan menunjukkan dinamika yang tinggi. Analisa rasional mengenai data empiris akhirnya akan memungkinkan manusia untuk memperoleh hukum-hukum yang bersifat uniformitas.

Lalu Comte bertemu dengan Clotilde de Vaux, Comte sangat mencintainya, namun Clotilde hanya menganggap hubungan itu biasa saja. Tak lama Clotilde wafat karena terserang TBC. Setelah Clotilde wafat, kehidupan Comte kembali terguncang, dia bersumpah untuk membaktikan hidupnya untukmengenang Clotilde. Tak lama setelahnya, Comte, yang merasa dirinya adalah seorang penemu sekaligus seorang nabi dari “agama kemanusiaan” (religion of humanity), menerbitkan bukunya yang berjudul System of Positive Politics (18511854).

Dalam buku System of  Positive Politics, sifat tulisan Comte umumnya berubah secara menyolok setelah menjalin kasih dengan Clotilde, buku ini menjadi sebuah bentuki perayaan atas cinta. Karena dimaksudkan untuk mengenang Clotilde, buku ini didasarkan pada gagasan bahwa kekuatan yang sebenarnya mendorong orang dalam kehidupannya adalah perasaan, bukan pertumbuhan intelegensia. Menurut buku (Johnson, Doyle Paul. 1989) Agama humanis Comte merupakan satu gagasan utopis untuk mereorganisasi masyarakat secara sempurna.sosiologi akan menjadi ratu ilmu pengetahuan, hal itu memungkinkan satu penjelasan tentang kemajuan pengetahuan manusia secara komperhensif dan mengenai hukum – hukum keteraturan dan kemajuan sosial. Hal itu mendorong suatu sistem moral yang merangkul semuanya, yang akan mempersatukan semua orang dalam penyembahan terhadap humanis dan menjamin keteraturan sosial yang perlu untuk kemajuan selanjutnya.

 

Daftar pustaka

Maryati kun. Dkk  2004, Sosiologi. Jakarta : Esis

Johnson, Doyle Paul. 1989. Sosiologi klasik dan modern diterjemahkan oleh

Robert M,Z, Lawang. Jakarta : PT.Gramedia.

Sunarto,Kamanto. 2004. Pengantar Sosiologi.Jakarta : LPFEUI


[1] Maryati kun. Dkk  2004, Sosiologi

[2] Johnson, Doyle Paul. 1989. Sosiologi klasik dan modern

[3] Sunarto,Kamanto. 2004. Pengantar Sosiologi

 

By wachjoe Posted in UI

Bencana Alam dan Pengungsi

Bencana alam dan  Pengungsi

Sistem Usaha Kesejahteraan Sosial

Wahyu Ramdhan Wijanarko, NPM.1006694271

 

Beberapa bulan yang lalu, Magelang, Jawa Tengah dan Yogyakarta diguncang pertistiwa erupsi merapi. Erupsi ini menimbuilkan kepanikan warga, karena terus menerus terjadi dan berkepanjangan. [1]Pergeseran radius wilayah terdampak yang bermula dari hitungan 10, 15, hingga 20 km, telah memaksa mayoritas warga berbondong pindah dari posko ke posko hingga di radius aman, setidaknya tiga kali. Zona aman 20 km ternyata memicu lonjakan jumlah pengungsi yang belum pernah diperkirakan sebelumnya. Continue reading

Ingatan, Lupa dan Problem Solving

Ingatan, Lupa dan Problem Solving

Pengantar Psikologi bagi Kesejahteraan Sosial

Wahyu Ramdhan, 1006694271

 

 

Apa yang dimaksud ingatan?

 

Ingat dan lupa merupakan hal yang sering kita utarakan. Terkadang kita lupa meletakkan benda, lupa password, dan terkadang lupamateri kuliah saat ujian. Namun, sampai saat ini kita masih dapat mengingat beberapa pelajaran yang diajarkan pada tingkat sekolah dasar, misalkan saja lagu balonku dan pelangi, materi – materi seperti matematika saat sekolah dasar kita juga biasanya masih ingat. [1]Secara sederhana, Irwanto (1999) mendefinisikan ingatan sebagai kemampuan untuk menyimpan informasi sehingga dapat digunakan lagi di masa yang akan datang. Galotti (2004) mendefinisikan memori sebagai suatu proses kognitif yang terdiri atas serangkaian proses, yakni : penyimpanan (storage), retensi, dan  pengumpulan informasi (information gathering). Continue reading

Integrasi Sosial dan Angka Bunuh Diri

Integrasi Sosial dan Angka Bunuh Diri

Teori Sosiologi untuk Kesejahteraan Sosial

Dyah Sulistiorini ()& Wahyu Ramdhan (1006694271)

 

Emile Durkheim berpendapat bahwa sosiologi ialah suatu ilmu yang mempelajari apa yang dinamakan fakta sosial. Fakta sosial merupakan cara bertindak yang dipengaruhi oleh luar individu dan mempunyai kekuatan memaksa yang mengendalikannya, sehingga integrasi dalam suatu masyarakat berpengaruh pada perubahan dalam suatu individu. Suatu perubahan yang dianalisa Durkheim adalah tentang perubahan dalam angka bunuh diri menurut agama. Hasilnya adalah orang Protestan  memiliki angka bunuh diri yang lebih tinggi daripada orang Katholik, karena kepercayaan mereka mendorong individualisme yang besar, dan ikatan komunal dalam gereja Protestan lebih lemah. Sama halnya, orang – orang yang tidak kawin memiliki angka bunuh diri yang lebih tingggi daripada orang – orang yang kawin. Durkheim mengidentifikasi tiga tipe bunuh diri yang memiliki pola hubungan yang berbeda : Continue reading

By wachjoe Posted in UI

Perkembangan Sosiologi

Perkembangan Sosiologi

Teori Sosiologi untuk Kesejahteraan Sosial

Wahyu Ramdhan Wijanarko, NPM 1006694271

 

Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat. Dinamika yang terjadi di masyarakat tentulah menjadi kajian dalam ilmu sosiologi. Pemikiran sosiologi berkembang manakala masyarakat menghadapi ancaman terhadap hal yang selama ini dianggap demikian, benar, nyata, yang oleh Berger dan Berger disebut threats to the taken for granted world. Pada abad ke 19 banyak terjadi pergolakan dalam masyarakat Eropa, (Parker, S.R. 1990, 5) diagnosa kapitalisme industri yang sedang menderita telah menimbulkan suatu pandangan bahwa sosiologi mempnyai dua buah tujuan; yaitu eksistensi kebebasan individu dan revolusi kebebasan masyarakat. Berhubung dengan hal itu Peter Berger (19 Continue reading

By wachjoe Posted in UI

Ringkasan mengenai Bidang-bidang Kesejahteraan Sosial (5)

Tugas Pengantar Ilmu Kesejahteraan Sosial

Ringkasan mengenai Bidang-bidang Kesejahteraan Sosial (5)

Sumber :

  • Zastrow, 2004, bab 4,ringkasan di halaman 1
  • Kirst-Ashman, 2007, Bab 8, ringkasan di halaman 15
  • Levitan, et.all.,2003, Bab 2 dan 3, ringkasan di hal 37

Poverty

Pada tahun 2001 lebih dari 34 juta jiwa orang, atau 13% dari seluruh populasi di Negara Amerika tinggal dibawah garis kemiskinan (garis kemiskinan dibuat oleh pemerintah berdasarkan tingkat pendapatan seseorang secara global)

Kemiskinan tidak berarti bahwa seseorang yang berada dibawah garis kemiskinan yang telah ditetapkan pemerintah lebih buruk keadaan fisiknya daripada orang-orang yang termasuk kedalam kategori berada di garis ataupun diatas garis kemiskinan yang ditetapkan oleh pemerintah . Kemiskinan bisa diartikan juga kepada kondisi dimana seseorang yang tidak mempunyai air bersih yang cukup, tingal dirumah yang kumuh dimana kondisi rumahnya penuh dengan tikus, kecoa ataupun binatang pengerat yang lainnya. Continue reading

By wachjoe Posted in UI

Manusia Makhluk Individu, Sosial, dan Budaya

Manusia Makhluk Individu, Sosial, dan Budaya

(Wahyu Ramdhan Wijanarko, 1006694271)

 

Sebagai makhluk individu, manusia memiliki pribadi, sikap, motivasi, dan perilaku dalam kehidupan yang berkai dengan kehidupan masyarakat, sebagai makhluk sosial yang melakukan interaksi antar individu. Manusia memiliki keterkaitan antar individu dan saling membutuhkan dalam menjalani hidup dan kehidupannya serta memerlukan ruang lingkupnya. Manusia sebagai makhluk budaya,mempunyai akal dan jiwa yang mengatur atau menentukan bagaimana seharusnya ia berperilaku. Karena manusia sebagai makhluk budaya, ia tidak bias hidup seorang diri, maka aktivitas yang dilakukannya harus memiliki aturan-aturan yang pasti, yang perlu ditaati sebagai pedoman hidup bersama. Perilaku manusia sebagai individu dan anggota masyarakat membudaya dalam kehidupan, sebagai suatu sistem nilai masyarakat itulah yang disebut suatu kebudayaan. Continue reading

By wachjoe Posted in UI

Kebijakan undang-undang mengenai lingkungan hidup

Kebijakan undang-undang mengenai lingkungan hidup

(Oleh : Wahyu Ramdhan Wijanarko, 1006694271)

 

Judul               : Upaya manusia dalam pengembangan sumber daya hayati

Pengarang       : Dr. Slamet Prawirohartono

Data Publikasi : Sains biologi, 2002

 

Pakar kependudukan berkebangsaan Inggris Thomas obert Maslthus menyatakan bahwa jumlah penduduk dunia akan bertambah seperti deret ukur, sedangkan pertumbuhan ekonomi seperti deret hitung. Akibat dari kondisi ini, Matlus meramalkan bahwa di dunia akan senantiasa terjadi bencana kelaparan, kemiskinan, serta perusakan sumber daya alam untuk menutupi kondisi ekonominya.

Kasus mengenai lingkungan hidup dan berbagai persoalan dihadapi oleh masyarakat Indonesia seperti pengurasan sumber daya alam, perusakan lingkungan, maupun pencemaran, serta terabaikannya kepent Continue reading

By wachjoe Posted in UI

Prinsip – Prinsip Belajar

Prinsip – Prinsip Belajar

Pengantar Psikologi untuk Kesejahteraan Sosial

Wahyu Ramdhan Wijanarko, 1006694271

 

 

 

Tiga Prinsip Belajar

Kata belajar, tentu sudah tidak aneh lagi ada dipikiran kita, sangat kita kenal dalam kehidupan sehari – hari. Karena telah sangat dikenal sekali mengenai belajar, seakan-akan orang telah mengetahui dengan sendirinya apakah yang dimaksud dengan belajar.namun jika ditanyakan kepada diri kita sendiri, maka akan muncul sebuah pertanyaan apakah yang dimaksud dengan belajar.  Menurut Skinner (1958) memberikan definisi belajar “Learning is a process progressive behavior adaptation”. Dari definisi tersebut dapat dikemukakan bahwa belajar itu merupakan suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif. Ini berarti bahwa belajar akan mengarah pada keadaan yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. Disamping itu belajar juga memebutuhkan proses yang berarti belajar membutuhkan waktu untuk mencapai suatu hasil. Continue reading

By wachjoe Posted in UI

Patriarki dan Pekerja Kesejahteraan Sosial

Patriarki dan Pekerja Kesejahteraan Sosial

Sistem Usaha Kesejahteraan Sosial

Wahyu Ramdhan Wijanarko, 1006694271


Resume : Bab 10, buku Human service an complex organization

 

Pekerja Kesejahteraan Sosial adalah Pekerjaan Perempuan

 

Perempuan yang mendominasi pekerja kesejahteraan sosial  didasari oleh ideologi patriarki. Khususnya, ideologi ini melihat perempuan sebagai pengasuh dan laki – laki member  nafkah  pada keluarga. Dimana menolong orang dengan norma yang merupakan ekspektasi dari tugas perempuan selaku pengasuh dan fungsi ekspresif ini merupakan dasar dari gender sosial dalam pembagian peran. Contoh lainnya, pekerja kesejahteraan sosial tidak proporsional merepresentastifkan perempuan di kesejahteraan sosial. Anggota organisasi pekerja kesejahteraan sosial melihat bagaimana kemampuan perempuan mengasuh dalam segi domestik maupun diluar keluarganya.

Ideologi Patriarki ini telah mengakar dan menjadi budaya pada kehidupan manusia.  Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa budaya patriarki ini tidak dapat di hapuskan dan akan terus ada hingga masa yang akan datang. Oleh sebab itu, ‘posisi’ perempuan yang seakan-akan selalu berada di bawah laki-laki akan selalu ada didalam tatanan kehidupan manusia dan hal ini sudah dirasakan sebagai sesuatu yang lumrah. Namun, tidak menutup kemungkinan didalam suatu kondisi atau situasi,  perempuan menjadi seseorang yang mengontrol dan mengendalikan kehidupan sehari-hari (misalnya seorang ibu yang lebih dominan ada di rumah). Continue reading