Aplikasi Keterampilan Pekerja Sosial dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (Philip A. Berry)

Nama               : Wahyu Ramdhan Wijanarko

NPM               : 1006694271

Dosen              : Djoemeliarasanti, MA

Mata Kuliah    : Kesejahteraan Sosial dalam Sektor Industri

 

Aplikasi Keterampilan Pekerja Sosial dalam

Manajemen Sumber Daya Manusia (Philip A. Berry)

 

Pekerja di berbagai bidang dilanda banyak masalah yang terkadang mengganggu efektivitas dirinya dan produktivitas secara keseluruhan. Keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki para pekerja sosial diharapkan dapat diterapkan dalam pengaturan nontradisional dengan cara baru untuk meningkatkan produktivitas karyawan dan efektivitas organisasi.  keterampilan kerja sosial dapat meningkatkan metode manajemen sumber daya manusia yang berlaku untuk masalah saat ini di tempat kerja. Ini akan memeriksa keterampilan yang digunakan oleh pekerja sosial dan keterampilan-keterampilan unik sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam manajemen sumber daya manusia.

 

Lingkungan kerja yang unik saat ini

Banyak sesuatu yang tidak terduga di dunia kerja saat ini dan menjadi tidak stabil dibanding sebelumnya.  Penggabungan perusahaan (merger), persaingan global, permintaan konsumen, dan ekonomi global membuat situasi yang tadinya konstan menjadi bergejolak dalam bisnis fanatik. Kriminalitas, AIDS, dan narkoba yang menyerang setiap orang diwaktu yang sama menjadikan tantangan dilingkungan kerja. Permasalahan seperti pemakaian narkoba, alkohol, dan AIDS, biasanya masalah ini langsung ditangani oleh komunitas dan organisasi non profit yang menangani permasalahan tersebut.

 

Masalah yang dihadapi pekerja saat ini

Saat ini karyawan dituntut untuk mengatasi masalah pribadinya dan keluarga untuk meningkatkan produktifitas pekerjaannya. Hal itu ditambah lagi dengan banyaknya peran yang dipegang oleh sang karyawan misalnya saja menjadi orang tua,pasangan, saudara, relawan, ketua lingkungan , anggota gereja dan masih banyak lagi. Kemajuan alat komunikasi dan transportasi membuat seseorang memiliki lebih banyak aktivitas diberbagai bidang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kegagalan pekerja pada satu perannya berdampak pada tingkat stress dan membuat kesulitan menjalankan peran lainnya, halini tentunya berdampak dengan turunnya produktivitas kerjanya.

 

Perubahan Kekuatan Pekerja : Jenis Kelamin dan Kesadaran Multikultural

Akhir-akhir ini banyak sekali wanita yang masuk kedalam sector industri. Hal ini menyebabkan banyak ibu yang meninggalkan anaknya dirumah. Konsekuensi yang harus dihadapi olehperusahaan adalah membangun program pengembangan anak, kebijakan paternity atau maternity, dan yang lainnya.

Penghapusan perbedaan gender dalam pekerjaan sedikit demi sedikit mulai dihapuskan, karena banyaknya wanita yang masuk ke sektor industri menyebabkan pekerjaan “laki-laki” dirambah oleh wanita. Dalam beberapa Negara perbedaan ras dan warna kulit turut menjadi tantangan dalam perubahan dunia kerja.

Manajemen sumber daya manusia diharapkan dapat mengatasi masalah ini melalui kebijakan-kebijakan yang dapat diterapkan pada industrinya. Aplikasi dari pekerja sosial juga dibutuhkan untuk meningkatkan efektivitas dalam membantu para karyawan.

 

Kontribusi pekerja sosial

Praktek pekerja sosial biasanya terlihat disempitkan hanya sebagai dasar ilmu yang diaplikasikan untuk menangani kemiskinan.itu memangpenting, namun area lain dapat pula diaplikasikan, karena ilmu pekerja sosial dapat diaplikasikan di bidang-bidang yang lain. Seperti yang disampaikan oleh Pincus dan Minahan (1973), pekerja sosial terkait dengan interaksi yang timbul antara masyarakat dan lingkungan sosial mereka. Adapun tujuan dari pekerja sosial adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan pemecahan masalah dan mengatasi kapasitas masyarakat.
  • Menghubungkan individu dengan sistem yang memberikan pelayanan sumber daya dan peluang
  • Mempromosikan fungsi efektif dari sistem dan manusia, serta
  • Memberikan kontribusi untuk pengembangan dan peningkatan kebijakan sosial.

Pekerja sosial adalah pendidikan komperhensif yang membentuk seseorang sebagai praktisi,bukan filosofis. Konseling, lingkungankerja, peneliti,  analisis kebijakan, perencanaan pembangunan semua merupakan keterampilan yang dimiliki oleh pekerja sosial.

 

Hubungan sumber daya manusia : Arena

Undang-undang yang dibentuk untuk mengatasi masalah di dunia kerja diharapkan memperbaiki hubungan antar sumber daya manusia. Peningkatan pekerjaan membuat kompensasi pada pengkhususan kinerja, adanya hubungan antara karyawan dan manager, kordinator kesehatan dan keamanan. Hal ini mengubah pemahaman tentang kemampuan individu menjadi sumber daya manusia. Kombinasi antara penekanan dan faktor-faktor tersebut, menjadi target dari kesempatan yang dimiliki oleh keterampilan pekerja sosial.

 

Area praktik sumber daya manusia

Pekerja  sosial masuk dalam dunia kerja melalui Employee Assistance Programs ( EAPS). Program tersebut diperuntukkan kepada pekerja untuk mengefektifkan kinerjanya sesuai fungsi yang dimilikinya. Didalamarea tersebut, pekerja sosial merupakan instrument penting kesuksesan pekerja.salah satu contohnya adalah

  • Employee Relation(ER), hubungan antara pekerja dan managernya menjadi titik fokusnya. Tujuan utamanya adalah membuat antar bagian pekerja dapat kooperatif.
  • Perencanaan dan manfaat administrasi adalah contoh lain dimana keterampilan pekerja sosial dapat diaplikasikan.
  • Equal employment Opportunity (EEO) memonitoring organisasi dengan hukum dan mengembangkan program yang tidak rasis.
  • Pelatihan dan pengembangan organisasi, adalah upaya memberikan kemampuan pekerja dengan pelatihan – pelatihan, memberikan seminar, dan pemberian informasi.

 

Faktor yang mempengaruhi kontribusi pekerja sosial dalam sumber daya manusia

Berikut ini adalah pengetahuan yang membuat kontribusi pekerja sosial sukses di ranah sumber daya manusia :

  • Praktisi harus memilih pekerjaan mana yang terbaik untuk meningkatkan keterampilan, menarik dan bermanfaaat untuk karyawan.
  • Harus memiliki pengetahuan tentang industri, pengetahuan ini penting untuk para karyawan dalam menentukan pilihan  karir mereka.
  • Mengerti perilaku, kebiasaaan, dan motivasi . Metode ini diberikan kepada pekerja yang bermasalah melalui pelatihan oleh pekerja sosial profesional.

 

Kesimpulan

Aplikasi keterampilan pekerja sosial terhadap sumber daya manusia dapat memulihkan kembali managerial tentang aset-aset penting yang merupakan manusia. Pekerja sosial diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia sehingga pekerja dapat meningkatkan mutunya dalam kinerjanya. Pergeseran paradigma yang baru akan membutuhkan keberanian, kreatifitas dan fleksibelitas dari pekerja sosial.

 

 

 

 

About these ads

One thought on “Aplikasi Keterampilan Pekerja Sosial dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (Philip A. Berry)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s