Seleksi Pegawai

Seleksi pegawai

 

Organisasi yang sukses memiliki orang-orang yang tepat, pekerjaan yang tepat dalam waktu yang tepat, organisasinya objektif dan berbudaya bisnis untuk orang – orang yang terpilih. Pilihan tersebut bagian dari kriteria seleksi yang konsisten dengan kebijakan dan budaya organisasi. Strategi seleksi merupakan langkah untuk menciptakan kontribusi positif untuk performa organisasi. Kriteria seleksi adalah kunci dalam membuat kebijakan untuk menyewa atau tidak menyewa seseorang. Ini termasuk kualifikasi,pengalaman,kemampuan khusus, ketahanan atau sikap,serta kriteria seleksi yang relasi dengan pekerjaan.

 Dalam organisasi, untuk mencapai sumber daya objektif, kebijakan seleksi harus sesuai dengan kebijakan organisasi. kebijakan yang baik itu penting untuk memudahkan komunikasi tentang apa tujuan seleksi tersebut. Faktor manajemen yang dibutuhkan untuk mempertimbangkan pembangunan dari kebijakan seleksi diantaranya :

  • Equal employment Opportunity
  • Kualitas sumber daya manusia
  • Pencarian sumber daya manusia
  • Aturan manajemen
  • Teknik seleksi
  • Konsultan pegawai
  • Relasi industrial
  • Legai isu
  • Organisation strategic business objective
  • Biaya

Kevalidan dalam prosedur seleksi menentukan kesuksesan dari pencapaian kriteria seleksi. Valid dipengaruhi oleh prediktor, kriteria seleksi dengan penilaian saat test atau level pendidikan. Reabilitas direlasikan dengan kekonsistensian dari prediktor.

Terdapat tahapan-tahapan dalam proses seleksi, tahapan ini terkadang bervariasi antar organisasi. Tahapan dalam proses seleksi :

  1. Penerimaan pelamar

Kesan yang baik sangat penting diberikan pada pelamar tanpa tekanan yang berlebihan. Sikap kasar, ketidaksukaan dan diskriminasi akan menimbulkan kenegatifan pada organisasi.  Penerimaan ini dapat dilakukan dengan screening telepon atau dengan pelamar elektronik,

  1. Wawancara awal

Ini merupakan proses mengecek secara cepat melalui kemampuan berbahasa, kualifikasi, kesanggupan kerja, keanggotaan serikat,dan kesukaan. Wawancara awal ini tipikalnya sebatas pekerjaan.Bagaimanapun ini membawa kearah perbaikan, tanpa diskriminasi dan efisien prosesnya.

  1. Formulir pelamar

Ini adalah sumber dari seluruh informasi pegawai untuk mencapai tahapan proses seleksi. Ini menjadi alat untuk menyaring keluar pelamar yang tidak berkualitas.

  1. Tes pelamar

Jika pelamar tidak menunjukkan kejelasan mengenai kekurangan atau kelebihannya saat melamar, tentu saja didiskualifikasi. Namun jika dibandingkan dengan test atau wawancara mendalam itu bias saja diloloskan. Pilihan antara tes atau wawancaramendalam itu tergantung kebijakan organisasi, tipe pekerjaan, dan biaya. Terdapat beberapa tes, diantaranya adalah tes interest, tes bakat, tes intelegensi, tes kepribadian.

  1. Wawancara

Wawancara pegawai merupakan teksik seleksi yang seringkali dipakai. Bisa tidak terstruktur dan non-direktif, dapat pula terstruktur rapi dan berpola. Wawancara dapat diberikan pertanyaan-pertanyaan standar seputar pelamar kerja atau dapat pula wawancara behavioural yang lebih mengarah pada asumsi dan performadari pelamar.

  1. Investigasi latar belakang
  2. Awal penyaringan oleh HRD
  3. Seleksi akhir oleh manajer
  4. Pemeriksaan kesehatan

Biasanya pelamar diperiksa kesehatan oleh dokter organisasi atau dokter yang terdaftar dan dibiayai oleh organisasi. Dari pemeriksaan ini dibutuhkan beberapa informasi penting:

  1. Memastikan seseorang tidak mendaftar pada pekerjaan dengan ketidak cocokan pada fisiknya.
  2. Memasukkan perlindungan kesehatan pekerja melalui pendeteksian penyakit
  3. Mengidentifikasi pelamar apakah memiliki gejala alkohol atau obat-obatan terlarang
  4. Memastikan pelamar tidak ditempatkan di posisi diluar kondisi kesehatannya
  5. Melindungi organisasi dari klaim kompensasi dari kecelakaan dan penyakit dari pekerja
  6. Menentukan pekerja eligible untuk kehidupankelompok,nkesehatan dan asuransi disabiliti
  7. Penempatan kerja
  8. Kemampuan teknik yang lain

Poin- poin tersebut adalah tahapan-tahapan seleksi penerimaan pelamar menjadi pekerja dalam organisasi, meski tak selalu baku, namun hal tersebut harus dilakukan agar pekerja yang diterima sesuai kualifikasinya. 

 

Nama              : Wahyu Ramdhan Wijanarko

NPM               : 1006694271

Mata Kuliah   : MSDM

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s