PEMILU PRESIDEN BERTENTANGAN DENGAN PANCASILA ?
Assalamualikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Apa kabar nih semua?? Beberapa minggu lagi bakal berlangsung pemilihan langsung presiden, sudah punya calon yang sreg belom? Apa, kalian cukup kaget melihat judul artikel ini? Jujur, saya bukan politisi atau mahasiswa ilmu politik, tapi, saya benar – benar merasa ada ketertarikan dengan bahasan ini setelah k’Wawan Dinawan –ketua dpm tpb ipb 44- mengungkapkan tentang keanehan ini.
Saat ini beberapa tokoh kenegarawanan mulai melakukan kunjungan safari ke berbagai tempat guna mengusulkan terpilihnnya ia untuk duduk di kursi kepresidenan mulai dari SBYdengan sebutan BlokS- nya, atau Megawati dengan BlokM-nya, serta Jusuf Kalla, Sultan Hamengkubuwono, dan bahkan Artis kawakan Dedi Mizwar sempat ingin mencalonkan sebagai Calon Presiden.
Padahal, Pancasila sila ke empat berbunyi “Kerakyatan dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”. Sungguh sudah pasti tersirat di kalimat ini bahwa Negara telah serta mempercayakan Wakil Rakyat untuk mencurahkan aspirasi dari rakyat. Sehingga, buat apa ada pemilu langsung presiden? Apakah anda sudah puas dengan penjelasan ini? Ok, anda pasti beranggapan,” wah, kalau presiden dipilih wakil rakyat bisa-bisa tidak sesuai dengan pilihan rakyat?” ya kan? Namun, saya bertanya kembali kepada anda, “Siapa yang memilih wakil rakyat?” Anda juga kan?
Namun apa,? Anda mungkin beranggapan bahwa, Pemilu presiden itu demokrasi langsung. Padahal pernyataan ini sangat bertentangan dengan sila ke empat. Untuk pembuktian kedua, saya melihat bahwa sila keempat itu kan menjelaskan bahwa system demokrasi Indonesia itu system demokrasi tidak langsung. Dalam artian MPR lah yang berhak memilih presiden, bukan rakyat yang langsung memilih presiden.
Jika memang pemikiran anda belum berubah, saya utarakan lagi pemikiran saya. Jika presiden dipilih rakyat, mengapa presiden tidak melaporkan Pertanggung jawabannya langsung kepada rakyat, namun bertanggungjawab kepada MPR? Apakah anda akan menjawab “ kan MPR wakil rakyat, jadi Presiden bertanggung jawab ke MPR.” Namun, jika saya balikkan pernyataan itu ke anda “ kan MPR wakil rakyat, jadi presiden dipilih saja sama MPR? ” Nah, lho, anda akan menjawab apa?
Untuk sementara, samapai disini saja pernyataan saya, saya menunggu komentar anda. Sebagai penutup saya ingin bertanya, “ Apakah pancasila nya yang salah?”