Perkembangan Sosiologi

Perkembangan Sosiologi

Teori Sosiologi untuk Kesejahteraan Sosial

Wahyu Ramdhan Wijanarko, NPM 1006694271

Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat. Dinamika yang terjadi di masyarakat tentulah menjadi kajian dalam ilmu sosiologi. Pemikiran sosiologi berkembang manakala masyarakat menghadapi ancaman terhadap hal yang selama ini dianggap demikian, benar, nyata, yang oleh Berger dan Berger disebut threats to the taken for granted world. Pada abad ke 19 banyak terjadi pergolakan dalam masyarakat Eropa, (Parker, S.R. 1990, 5) diagnosa kapitalisme industri yang sedang menderita telah menimbulkan suatu pandangan bahwa sosiologi mempnyai dua buah tujuan; yaitu eksistensi kebebasan individu dan revolusi kebebasan masyarakat. Berhubung dengan hal itu Peter Berger (1971,2) telah menyatakan bahwa “hubungan antara sosiologi dan kebebasan bukanlah merupakan suatu hubungan yang sederhana seperti yang dikatakan oleh kaum radikal yang harus mempercayai untuk memahami hubungan tersebut, perlu diadakan diskusi – diskusi tentang isu utama yang kedua, yaitu tentang revolusi kebebasan masyarakat, Continue reading

By wachjoe Posted in UI

The Changing Nature of Work and Stress

The Changing Nature of Work and Stress

 

Dalam dekade terakhir, perkembangan teknologi baru diseluruh dunia dan pertumbuhan ekonomi global yang bergerak bersamaan, membuat percepatan dan perubahan besar dari teknologi. Proses ini membuat terjadinya kompetisi global. Kompetisi yang semakin tinggi dan semakin tinggi ini merupakan pengaruh positif dari umpan balik dari siklus tersebut. Proses ini tidak akan berlangsung selamanya, namun tidak diketahui kapan akan berakhirnya. Perubahan yang cepat tersebut tentunya dibutuhkan daya adaptasi pekerja yang cepat. Perubahan itu merupakan sebuah konsekuensi yang harus dihadapi pekerja. Masalah-masalah efek yang tidak diinginkan dari adaptasi ini. Diantaranya adalah konsep, kenaikan, dan gangguan dari kehidupan sehari-hari. Continue reading

Pembangunan wilayah pesisir dan lautan

Pembangunan wilayah pesisir dan lautan

 

Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 81 ribu kilometer yang melingkupi 17.508 pulau. Namun, pada masa orde baru, pembangunan wilayah pesisir dan lautan tidak memiliki perhatian yang cukup akibat interaksi keputusan politik yang dilandasi kepentingan agraris semata. Namun secercah harapan muncul pada tahun 1999, dalam GBHN dibentuk Departemen Eksplorasi Lautan dan Perikanan yang secara fungsional bertanggung jawab pada pembangunan wilayah pesisir dan lautan. Dalam pengelolaannya, kawasan pesisir pantai membutuhkan kriteria tertentu agar tidak merusak ekologi. Oleh karena itu suatu batas wilayah pesisir dibagi atas planning zone dan regulation zone. Continue reading

KESELAMATAN DAN KEAMANAN

KESELAMATAN DAN KEAMANAN

Dalam tanggap bencana, pemerintahan terganggu. Polisi dan pemadam kebakaran fokus pada mengelola konsekuensi setelah bencana. Keamanan penduduk pada dasarnya sama, namun adapula yang ditingkatkan. Manajer darurat intinya menjamin keselamatan dan keamanan korban dan orang-orang yang terpengaruh bencana.

Penjarahan merupakan masalah yang kerap dihadapi saat bencana terjadi. Kurangnya pengamanan dan kehadiran polisi menyebabkan wilayah perubahan dan bisnis mengalami ancaman penjarahan. Serangan terhadap korban bencana, dalam beberapa waktu dapat menimbulkan dipendingnya tindakan response bencana. Penjarahan pasca-bencana umumnya dilakukan oleh penjahat oportunis, bukan oleh penduduk. Ancaman penjarahan telah menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap kegagalan dari beberapa upaya evakuasi. Continue reading

Mencapai Pembangunan Sosial : Sebuah Prespektif Institusional


Mencapai Pembangunan Sosial : Sebuah Prespektif Institusional

Resume bahan kuliah Dasar-Dasar Pembangunan Sosial

 

Prespektif institusional merupakan serangkaian cara yang dapat dterapkan untuk mencapai tujuan pembangunan sosial. Dalam prespektif ini, pemerintah memiliki peran utama dalam mengharmonisasikan strategi berbeda dalam mengatur usaha pembangunan sosial. Hal ini ditandai dengan gaya administratif aktifis yang disebut dengan pluralisme terarah atau managed pluralism.

Prespektif institusional berpendapat bahwa strategi untuk mengangkat kesejahteraan tidak bisa dilakukan dengan berkompetisi, namun semuanya harus mengharmonisasikan semua strategi berbedan dan memfasilitai implementasi dengan cara beriringan. Prespektif institusional membutuhkan bentuk organisasi formal yang bertanggungjawab untuk mengatur usaha pembangunan sosial dan mengharmionisasikan implementasi dari berbagai pendekatan strategis yang berbeda.  Untuk itu pemerintah seharusnya secara aktif mengarahkan proses pembangunan sosial dengan cara memaksimalkan partisipasi masyarakat, pasar, dan individu. Continue reading

Gula Impor Kuasai 90 % Pasar Indonesia Timur

Gula Impor Kuasai 90 % Pasar Indonesia Timur

 

Globalisasi menjadi sebuah wacana besar diakhir tahun 1900-an. Di Indonesia sejak tahun 1980 mulai melaksanakan kebijakan deregulasi perdagangan. Secara bertahap pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijkan ekonomi dengan memberlakukan penurunan tarif dan menghilangkan kebijakan yang menghambat masuknya barang impor. Indonesia juga melakukan kerjasama perdagangan regional melalui ASEAN Free Trade Area (AFTA). Selanjutnya kebijakan liberalisasi perdagangan makin meningkat sejalan dengan derasnya arus globalisasi dan masuknya Indonesia dalam kerjasama internasional melalui World Trade Organization (WTO). krisis finansial pada tahun 1997 menambah derasnya arus globalisasi setelah Indonesia melakukan kerjasama dengan IMF. Continue reading

Mitos Lansia


Mitos Lansia

 

Manusia lanjut usia seringkali dihadapkan oleh mitos-mitos yang menjauhkan mereka dari lingkungan sosialnya. Dianggap sebagai orang yang berbeda. Dalam mitos biologi misalnya, dalam hidupnya, lansia diangap selalu mengeluh terhadap fisiknya dan penyakitnya. Penuaan tidak selalu sama dengan penurunan kondisi biologis. Aspek biologis, sosial, psikologi memiliki keterkaitan erat dengan jangka hidup. Angka harapan hidup berbeda-beda ditiap daerah. Jika dikatkan dengan memori, perubahan memori pada lansia diakibatkan adanya perlambatan penembakan syaraf pada bagian otak tertentu, hal ini menyebabkan tingkat respon tubuh menjadi lebih lambat. Continue reading

Employer supported child care

Wahyu Ramdhan Wijanarko

1006694271

Halaman 182-183

 

A Union Program: Hari Anak Hyman Blumberg Care Center, Baltimore, Maryland. Dimulai oleh dana yang disumbangkan oleh perusahaan-perusahaan tekstil lokal yang memberikan 1% dari gaji kotor per jam selama beberapa tahun sebelum pembukaan. Dana Kesehatan dan Kesejahteraan Amalgamated Clothing and Textile bersama Dewan Pekerja mengawasi program, yang dibuka pada 1969 untuk anak-anak prasekolah yang orang tuanya anggota serikat pekerja. Dana tersebut juga disumbangkan oleh perusahaan, yang memberikan 2% dari gaji kotor per jam ke Dana Kesehatan dan Kesejahteraan Serikat (Dana juga mensponsori layanan lainnya). Yang berlisensi untuk 300 anak-anak, program ini menyediakan dua kali makan dan pemeriksaan medis dan gigi di samping perawatan anak dengan dana yang sedikit.

Corporate Support of Child Care: San Juan Bautista Child Development Center, San Jose, California. Program ini menerima dana awal dari Levi-Strauss dan Hewlett-Packard Foundation untuk program untuk anak-anak sakit. Kota San Jose juga memberikan hibah blok untuk mendukung program, yang menawarkan sebuah “sick bay” atau “get-well room” di sebuah pusat penitipan anak yang besar dikelola oleh asisten terlatih dan diawasi oleh perawat terdaftar dan perawat kesehatan masyarakat. Continue reading

Kolonialisme : Pengertian dan Implikasi

Bab 1

Kolonialisme : Pengertian dan Implikasi

Kolonialisme dan neo-kolonialisme keduanya dibangun dan direkayasa oleh kekuatan dunia barat, tujuan utamanya adalah membentuk dan memelihara imperalisme barat. Kolonialisme difungsikan melalui eksploitasi dan maipulasi sumberdaya manusia dan alam. Di era neo-kolonialisme, Amerika Serikat menjadi sebagai aktor yang dominan. Sebagai kekuatan yang super, Amerika melakukan neo-kolonialisme bersama sekutunya dan para kalangan elit politik negara lainnya. Amerika Serikat juga melakukan manipulasi melalui organisasi keuangan dunia dan PBB.

Sekilas Kolonisasi Eropa modern

Kolonialisme mulai ditelusuri sekitar tahun 1500, dimana telah dtemukannya rute laut dari eropa ke pantai Afrika Selatan pada tahun 1488 dan ditemukannya benua Amerika pada tahun 1492.  Portugal memainkan peran kunci dalam penemuan dari rute laut. Portugis memperluas kekuasaan,  baik ke arah barat dan ke timur. Kekuasaannya dari Brasil ke arah barat dan sampai Samudera Hindia ke arah timur. Namun Portugal tidak bisa mendominasi Samudera Hindia, dan tidak terlalu kuat di Brazil. Pada 1580, Philip II dari Spanyol mengambil alih takhta Portugal.  Continue reading

Aspek biologis pada dewasa akhir

Aspek biologis pada dewasa akhir

Wahyu Ramdhan Wijanarko,1006694271

Periode dewasa akhir merupakan periode akhir dalam kehidupan masnusia di dunia ini. Periode ini memiliki tugas yang berat untuk bertahan menjalaninya, kekuatan fisik yang menurun, hilangnya masa kerja, kematian pasangan hidup, dan memiliki peran sosial yang cukup berat. Perubahan dalam aspek biologis memjadi perubahan yang terasa berat bagi manusia pada tahapan ini.

Kesehatan fisik pada masa dewasa akhir menjadi kegelisahan yang berat pada masa ini. Kekuatan fisik, panca indera, potensi, dan kapasitas intelektual mulai menurun pada tahap ini. Perubahan fisik yang terlihat diantaranya rambut yang mulai memutih, kulit keriput, dan gigi yang mulai tanggal. Continue reading

Review UU No.13 Tahun 2011 Tentang Penanganan Fakir Miskin

Nama              : Wahyu Ramdhan Wijanarko

NPM               : 1006694271

Mata Kuliah   : Kebijakan dan Perencanaan Sosial

 

 

Review

UU No.13 Tahun 2011

Tentang Penanganan Fakir Miskin

 

Masalah kemiskinan merupakan persoalan yang cukup sulit ditangani.  Pemerintah membentuk UU No. 13/2011 tentang penanganan Fakir Miskin pada 18 Agustus 2011. Memang kita akui, setelah 66 tahun Indonesia merdeka, kemiskinan masih menjadi problem klasik meski dari tahun ke tahun pengentasannya menjadi target dalam program pembangunan nasional. Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Indonesia hingga Sept.2011 mencapai 29,89 juta orang (12,36%). Angka itu turun 130 ribu orang (0,13%) dibandingkan dengan Maret 2011 yang sebesar 30,02 juta orang (12,49%). Pemberlakuan UU itu kini menjadi angin segar bagi pendataan orang/ keluarga miskin karena regulasi itu secara jelas mengatur bagaimana mendata , mengolah data, sampai memutuskan menerbitkan kartu identitas bagi mereka. Continue reading

UU RI nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 23 TAHUN 2002

TENTANG

PERLINDUNGAN ANAK

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia menjamin kesejahteraan tiap-tiap warga negaranya, termasuk perlindungan terhadap hak anak yang merupakan hak asasi manusia;

b. bahwa anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya;

c. bahwa anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan;

d. bahwa agar setiap anak kelak mampu memikul tanggung jawab tersebut, maka ia perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial, dan berakhlak mulia, perlu dilakukan upaya perlindungan serta untuk mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya serta adanya perlakuan tanpa diskriminasi;

e. bahwa untuk mewujudkan perlindungan dan kesejahteraan anak diperlukan dukungan kelembagaan dan peraturan perundang-undangan yang dapat menjamin pelaksanaannya;

f. bahwa berbagai undang-undang hanya mengatur hal-hal tertentu mengenai anak dan secara khusus belum mengatur keseluruhan aspek yang berkaitan dengan perlindungan anak;

g. bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut pada huruf a, b, c, d, e, dan f perlu ditetapkan Undang-undang tentang Perlindungan Anak; Continue reading

Rakyat miskin objek kampanye

Rakyat miskin objek kampanye

 

Dalam pemilihan umum, partisipasi politik melalui sokongan suara masyarakat miskin menjadi hal yang signifikan untuk memenangkan para elite politik menuju kursi kekuasaan. Rakat miskin mudah digiring untuk berkampanye, bukan karena paham tentang politik atas kesadaran pribadi, namun karena untuk mendapat keuntungan langsung, berupa uang, makanan, dan kebanggaan. Dr. Musni Umar menjelaskan bahwa partisipasi politik dikalangan pengayuh becak dikatakan meriah,hal ini disebabkan antara lain:

  • Mereka memiliki banyak waktu, keikutsertaan mereka dalam kampanye, bukan karena pengayuh becak mempunyai budaya politik untuk mengamalkan demokrasi, tetapi mereka mengharap bantuan uang.
  • Berkampanye dianggap sebagai kebanggaan, terutamakarena bertemu dengan tokoh politik yang selama ini hanya dilihat di televisi
  • Kampanye merupakan ajang hiburan, karena hampir disetiap kampanye disuguhkan hiburan musik yang setidaknya dapat sejenak melupakan kepenatan hidup.
  • Mendapat pakaian, makanan dan dianggap sebagai manusia yang diperlukan. Continue reading

Nilai Pekerja Sosial

Nama               : Wahyu Ramdhan Wijanarko

NPM               : 1006694271

Mata Kuliah    : Filsafat dan Etika Manusia

 

  1. 1.      Service to Humanity (Enable people to develop their potential)

 

Pengungsi Banjir Lahar Ikuti Pelatihan Keterampilan

 

 

ANTARA – Para korban bencana banjir lahar dingin Gunung Merapi di tempat pengungsian akhir Tanjung, Kabupaten Magelang, terutama kaum perempuan mendapat pelatihan keterampilan dari tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Sri Suharti di Magelang, Rabu mengatakan, di lokasi pengungsian perlu kegiatan yang dapat memberdayakan para perempuan, terutama kegiatan yang bisa meningkatkan pengetahuan dan pengalaman. “Selain itu, bisa pula meningkatkan pendapatan dan membuka peluang usaha,” katanya. Continue reading

Pengelompokan sosial baru pada masa remaja

Nama               : Wahyu Ramdhan Wijanarko

NPM               : 1006694271

Mata Kuliah    : Tingkah Laku Manusia

 

Pengelompokan sosial baru pada masa remaja

 

Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Lazimnya masa remaja dianggap mulai pada saat anak secara seksual menjadi matang dan berakhir saat ia mencapai usia matang. Menurut Santrock (2007), remaja diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional.

Tahapan remaja menurut Hurlock, remaja dimulai dari tahap pubertas = 12 – 14 tahun, tahap remaja awal = 14-17 tahun. Tahap remaja akhir = 17-21 tahun. Pada masa persiapan fisik, yang paling menyolok pada diri remaja adalah perubahan fisik yang sedang dialaminya. Pada saat remaja memasuki masa persiapan diri, pada umumnya kematangan tubuh dan kedewasaan seksual sudah tercapai. Pada masa ini ia sedang menyiapkan diri menuju pembentukan pribadi yang dewasa. Pada masa persiapan dewasa, remaja diharapkan sudah mencapai status kedewasaan dalam lingkungan keluarga. Pada masa ini ia harus menyiapkan masa depan, peran dan penempatan dirinya dalam masyarakat. Continue reading

Kemiskinan picu bencana lumpur Wasior

Kemiskinan picu bencana lumpur Wasior

 

Pada awal tahun 2011, Provinsi Papua Barat termasuk lima provinsi termiskin di Indonesia, namun provinsi Papua Barat memiliki banyak sumber daya alam[1]. Kasus Wasior ini, kemiskinan dianggap sebagai pemicu kerusakan lingkungan. Eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam menimbulkan penggundulan hutan. Pemerintah daerah memaksakan penebangan hutan sebagai pemasukan keuangan daerahnya. Penebangan hutan di Wasior sudah terjadi sejak tahun 1990an, pemerintah pun telah mengeluarkan ijin penebangan pada tahun 1990. Penebangan hutan ini tidak serta merta hanya diakibatkan hanya karena kebijakan pemerintah daerah untuk mengeksploitasi hutan, kebiasaan masyarakat Wasior yang masih menggunakan sistem ladang berpindah dengan membuka hutan untuk dijadikan lading sagu sebagai pemenuhan kebutuhan hidup, lahan hutan yang dibuka pun semakin besar seiring pertumbuhan populasi Wasior yang semakin meningkat[2].

Untuk memperkaya daerahnya, eksploitasi tersebut terus menerus dilakukan tanpa mempertimbangkan konservasi lingkungan. Ketika kondisi alam mulai tidak stabil, terjadi hujan besar, masyarakat Wasior terkena imbas dari banjir lumpur besar yang menerobos pemukiman warga. Kerentanan pun terjadi, kondisi Provinsi Papua Barat yang miskin memperburuk kehidupan masyarakat yang terkena bencana. Kini telah satu tahun bencana itu terjadi, Wasior masih belum pulih, pengungsi masih berada di lokasi. Pemerintah daerah masih menunggu bantuan dari pemerintah pusat untuk rekonstruksi hingga tahun 2012. Untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Wasior di 2012, pemerintah mengalokasikan Rp 240,7 miliar dengan target penyelesaian 100%. Sementara itu, pada tahun ini, telah ada alokasi Rp 238,3 miliar untuk Wasior dengan target penyelesaian 60%[3]. Hal ini tentunya menambah kerentanan masyarakat Wasior yang terkena bencana dari kelaparan, penyakit,  pendidikan, dan sulit untuk mengembangkan diri.

Wahyu ramdhan wijanarko,1006694271,ilmukesejahteraan sosial, fisip ui

Perempuan Miskin dalam Konteks Kultural

Nama               : Wahyu Ramdhan Wijanarko

NPM               : 1006694271


Perempuan Miskin dalam Konteks Kultural

 

Kewajiban asli perempuan itu adalah perkara anak, perkara rumah tangga , dan perkara makanan[1]. Kalimat tersebut mengekspresikan nilai-nilai dalam budaya patriarki. Pola pengasuhan dari kecil yang membentuk pelestarian budaya patriarki masih terlihat hingga saat ini, anak laki-laki bermain diluar rumah, lebih agresif, diajari agar kuat, sedangkan perempuan dididik agar berlaku lemah lembut, pemalu, bermain didalam rumah, bermain masak-masakan. Hal tersebut menyebabkan laki-laki berperan sebagai pihak yang dilayani dan perempuan adalah pihak yang melayani. Dalam istilah jawa istri dianggap sebagai “tiang wingking” yang peranannya hanya di dapur melayani kebutuhan suami. Konsep dapur, sumur,dan kasur melekat dalam kodrat semu perempuan. Ungkapan Jawa lainnya yang dekat dengan budaya patriarki adalah “masak, macak, manak” dimana perempuan nantinya tidak akan jauh-jauh dari memasak, berdandan, dan melahirkan anak.  Budaya patriarkal juga berlaku pada masyarakat Bali berkaitan dengan system kekeluargaan yang menggariskan bahwa anak laki-laki adalah pancer keluarga, penerus dinasti, wangsa (kasta) maupun soroh (klen) (Panetje, 1986). Bahkan yang tidak kalah pentingnya, anak laki-laki berperan pula sebagai penyelamat keluarga dari penderitaan neraka yang disebut neraka put – ini melahirkan kata putra dalam bahasa Indonesia. Karena itu, anak laki-laki sangat

penting dilihat dari segi hukum, sosial, ekonomi, budaya dan agama sehingga tidak mengherankan jika mereka dinomorsatukan daripada anak perempuan.[2]

Kerja dan budaya

Dalam budaya patriarki laki-laki dinomorsatukan, hal ini membuat pendidikan anak perempuan seakan dibelakangkan. Kemajuan laki-laki dianggap sebagai perbaikan derajat keluarga. Bagi sebagian kalangan yang masih menerapkan anak laki-laki harus lebih baju dari anak perempuan, tentunya posisi perempuan untuk berkembang akan lebih sulit. Dengan rendahnya pendidikan perempuan, kemampuan perempuan untuk dapat bekerja menjadi semakin sulit. Bagi perempuan yang masih pula memegang adat masak,macak,manak, semakin mempersulit dirinya untuk dapat berdaya membantu menopang suami meningkatkan ekonomi keluarga.

Beberapa perusahaan masih terkungkung dalam budaya patriarki, menganggap perempuan adalah tenaga kerja yang telaten untuk posisi yang membutuhkan ketelitian tinggi. Sehingga perempuan diposisikan dibagian buruh dengan gaji yang rendah. Buruh perempuan pun nurut dan tidak berontak meski digaji minim.

 

 


[1] Sebuah ungkapan dalam buku Rusli, Marah.1995.Sitti Nurbaya: kasih tak sampai,.Jakarta : PT.Balai Pustaka

Permasalahan Sosial dan Perilaku Miskin

Permasalahan Sosial dan Perilaku Miskin

Wahyu Ramdhan Wijanarko, NPM.1006694271

 

Ketika kita mendengar kata masalah sosial, hal yang terngiang dipikiran kita adalah kemiskinan, waria, anak jalanan, ataupun tentang tindakan anarkisme.  (Tangdilintin 2003) Masalah merupakan suatu hambatan yang kita hadapi, jika suatu masalah tidak hanya mengancam atau meresahkan individu dan keluarga, melainkan lebih luas lagi menyangkut jumlah keluarga – keluarga yang lebih banyak, C.Weight Mills menyebutnya sebagai keresahan umum. Menurut Mills (1959) suatu masalah dapat digolongkan sebagai keresahan umum jika masalah itu telah berpengaruh secara luas dan menjadi perdebatan umum. Continue reading

Kapitalisme dan Kemiskinan


Kapitalisme dan Kemiskinan

Kapitalisme adalah sistem sosial yang didasarkan pada pengakuan hak-hak individu[1]. Dalam ranah ekonomi, kapitalisme memisahkan negara dengan perekonomian, seperti halnya ada sekuler yang memisahkan agama dengan negaranya. Dalam ranah politik, kapitalisme mengedepankan kebebasan berpolitik.  Negara yang menganut kapitalisme, Negara merupakan institusi yang harus melindungi Hak Asasi Manusia, namun tetap menegakkan pertahanan dan keamanan. Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang menekankan peran kapital (modal), yakni kekayaan dalam segala jenisnya, termasuk barang-barang yang digunakan dalam produksi barang lainnya[2]. Ebenstein (1990) menyebut kapitalisme sebagai sistem sosial yang menyeluruh, lebih dari sekedar sistem perekonomian. Ia mengaitkan perkembangan kapitalisme sebagai bagian dari gerakan individualisme. Sedangkan Hayek (1978) memandang kapitalisme sebagai perwujudan liberalisme dalam ekonomi.

Kemunculan kapitalisme dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yakni faktor budaya dan faktor struktural. Teori tentang budaya sebagai faktor yang mendorong munculnya kapitalisme ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism. Weber menyatakan bahwa kapitalisme yang ada di Eropa dan di Amerika bersumber pada nilai-nilai Protestan. Weber menjelaskan bahwa dalam ajaran Protestanisme tidak dianjurkan bagi orang-orang beriman untuk melupakan duniawi dan mengasingkan diri dalam gereja atau berkonsentrasi pada kegiatan meditasi atau berdoa serta aktivitas untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian seperti yang banyak dilakukan oleh ajaran Katolik.

Kapitalisme sebenarnya telah dimulai saat zaman feodalisme Eropa, dimana perekonomian dimonopoli oleh kaum bangsawan dan tuan tanah. Perkembangan awal kapitalisme dimulai sekitar abad 16, dimana saat itu Eropa sedang giat meningkatkan perbankan komersil. Teori ini berkembang saat revolusi industri di Inggris, modal dan keuntungan dalam setiap transaksi sangat diperhitungkan. Kapitalisme yang dianut dalam revolusi industri merupakan satu revolusi budaya yang bersifat fundamental dalam perkembangan masyarakat Eropa. Kapitalisme berkembang secara cepat, dikarenakan bebas dari tekanan agama maupun negara. Mengejar laba dan kebebasan berpolitik menjadi prioritas utama teori ini, tak pelak Inggris memulai era kolonialisme ke negara-negara benua lainnya. Perkembangan kapitalis pasca revolusi Industri meningkat, seiring berdirinya perusahaan-perusahaan besar di Eropa.

Di kalangan kontra kapitalisme memandang bahwa kapitalisme membawa dampak negatif yang besar, meningkatkan kemiskinan, merusak budaya lokal, membentuk manusia konsumeris, dan menutup akses berkembangnya negara-negara dunia ketiga. Meningkatnya kemiskinan pada negara dunia ketiga menimbulkan banyak pengangguran, terjadinya ketimpangan ekonomi antara orang kaya dengan miskin. Kapitalisme membuat negara miskin semakin miskin karena terbelit utang IMF. Pada akhirnya, kapitalisme membuat negara miskin dan berkembang sulit bersaing dengan negara maju lainnya. Di kalangan kontra kapitalisme, menganggap kapitalisme turut bertanggung jawab atas tidak stabilnya harga uang dunia, ketika ada aksi jual saham di Amerika Serikat, Indonesia pun mengalami gejolak serupa. Hal ini terjadi karena kapitalisme mengangap bahwa capital (modal) menjadi hal yang paling utama, ketika sebuah negara memiliki modal, maka dia mampu berkuasa dan lepas dari jerat kemiskinan.

Industri-industri besar tumbuh

Veteran Kemerdekaan : Diusir dari Asrama, Kini Dibayangi Penggusuran


Veteran Kemerdekaan :

Diusir dari Asrama, Kini Dibayangi Penggusuran

 

Sudah 66 tahun Indonesia mengumandangkan proklamasinya. Ditangan-tangan para pejuang kemerdekaan, negeri ini terbebas dari penjajahan fisik. [1]Ilyas Karim, seorang veteran perang kemerdekaan dan juga saksi pengibaran bendera pusaka saat 17 Agustus 1945, kini hidupnya jauh dari kesejahteraan. Kini ia tinggal dilahan pinjaman, di perkampungan padat pinggiran rel kereta Jabodetabek dikawasan Kalibata. Rumah pinjamannya itu berukuran 10×7 meter bercat biru kusam. Semula ia tinggal di Asrama Siliwangi,yang pada tahun 1982 dirinya diusir tanpa uang pengganti, lokasi tersebut kini berdiri kantor Kemenkeu.

Dirinya kini mengalami kesulitan bergerak,  matanya harus diselotip agar tak terpejam. Hal ini karena dirinya mengalami penyakit stroke, selain itu pula penyakit jantungnya pernah kolaps saat penggusuran 1982 lalu.

Sejak 1996 Ilyas menjabat ketua Pengurus Pusat Yayasan Pejuang Siliwangi Indonesia (Yapsi). Selain dijadikan wadah bagi para mantan pejuang Siliwangi dan keluarga, yayasan ini bergerak di bidang sosial. Di antaranya, memberi santunan dan pengobatan gratis warga tak mampu. Sebagian besar karirnya dihabiskan di Divisi Siliwangi. Beberapa tugas seperti penumpasan DI/TII di Jawa Barat dan Aceh, penumpasan PRRI di Pekanbaru, dan operasi Seroja di Timor Timur. Pengalaman dalam pasukan perdamaian PBB juga beberapa kali dijalaninya. Yaitu di Kongo, Vietnam, dan Lebanon. Pada 1980 Ilyas pensiun dari dinas militer. Continue reading

Pemilihan Raya UI Tak Sekedar Ritual Tahunan

Pemilihan Raya UI Tak Sekedar Ritual Tahunan

Pemira (Pemilihan Raya) kembali bersua, sebuah ajang demokrasi kampus kembali menjadi topik hangat ditiap akhir tahun. Ajang suksesi “elite” kampus ini, bertarung demi mendapat simpati mahasiswa, berlomba untuk menguji visi, berjuang untuk meraih tahta , dan saling beragumen untuk membuktikan dirinya yang pantas menyandang gelar kemenangan. Pemira menjadi estafet kepemimpinan organisasi mahasiswa di kampus perjuangan ini. Pesta demokrasi kampus ditataran mahasiswa ini memang selalu menjadi perbincangan besar terkait isu-isu politiknya, konflik-konfliknya, dan debat-debat visi didalamnya.

Pemira telah bergejolak, seakan melupakan masalah besar dalam kampus ini. Kasus #saveUI ini tak lagi menjadi perbincangan ditataran politik kampus, wacana #SaveHutanUI kini hanya menjadi wacana singkat yang tidak selesai tindak lanjutnya. Pemira menyedot perhatian organisasi-organisasi kampus ini, akhir – akhir ini para bakal calon pasangan ketua BEM dan anggota DPM menampilkan muka-muka mereka dihadapan publik, akhir-akhir ini para anggotanya sibuk mencari tanda tangan untuk meloloskan jagoannya ditahap verifikasi. Continue reading

Employee assistance program

 Employee assistance program

 

Employee assistance program merupakan sebuah program kerja yang berbasis pada kinerja yang mengidentifikasi karyawan yang bermasalah. memotivasi mereka untuk menyelesaikan masalahnya, dan menyediakan akses untuk konseling atau pengobatan bagi karyawan yang membutuhkan. Employee assistance program mulai dikenal pada tahun 1917 Macy, New York City department store, membuka kantor khusus ditujukan untuk membantu menangani karyawan dengan masalah pribadi. Tapi pada Metropolitan Life Insurance Company dan Western Electric yang juga pelopor di lapangan, tapi tidak sampai tahun-tahun setelah Perang Dunia II usai, EAP menjadi relatif umum. Continue reading

(Resume) ETIKA PEMBANGUNAN


(Resume) ETIKA PEMBANGUNAN

 

Pembangunan telah lama disamakan dengan modernisasi dan westernisasi dan dipelajari perubahannya seiring dengan masalah ekonomi. Disiplin ilmu ekonomi telah menjadi sumber utama kebijakan untuk membuat keputusan pembangunan. Pandangan ini sekarang banyak dikritik sebagai etnosentris dan secara ekonomis reduksionis. Perubahan yang terjadi dalam ekonomi itu sendiri adalah mengintegrasikan etika ke dalam, metodologinya analisis konseptualisasi, dan, sebuah pembuatan paradigma baru dalam pembangunan, dan sebuah disiplin baru, etika pembangunan, telah datang dan menjadi ada. Disiplin baru muncul dari dua sumber, dari keterlibatan dalam aksi pembangunan untuk perumusan teori etika, dan dari kritik terhadap teori etika mainstream dari strategi normative untuk memandu praktek pembangunan. Etika pembangunan  memiliki misi ganda: untuk membuat ekonomi lebih manusiawi dan tetap berpengharapan dalam menghadapi ketidakmungkinan tampak mencapai pembangunan manusia bagi semua. Continue reading

Penentuan Desa Miskin

 

Penentuan Desa Miskin

            Konsep mengenai kemiskinan bukanlah hal yang mudah dipahami, sebab kemiskinan sebagai gejala ekonomi berbeda dengan kemiskinan sebagai gejala sosial-budaya. Hendra Esmara (1986 : 287) menyebutkan bahwa kemiskinan dilihat dari aspek sosial-budaya lebih banyak melihat dalam diri penduduk miskin itu sendiri seperti Nampak pada cara hidup dan tingkah laku. Kemudian kemiskinan dilihat dari aspek ekonomi lebih menitikberatkan pada lingkungan penduduk miskin yang Nampak pada rendahnya pendapatan, gizi buruk, angka kematian bayi dan morbiditas yang tinggi serta rendahnya pendidikan.

Terdapat tiga aspek yang digunakan dalam penentuan wilayah desa miskin, yaitu potensi dan fasilitas desa, perumahan dan lingkungan, serta keadaan penduduk. Aspek potensi dan fasilitas desa diasumsikan dapat menunjukkan status keberadaan dan pemanfaatan potensi yang ada, desa yang bersangkutan diasumsikan tidak miskin. Aspek perumahan dan lingkungan diasumsikan pula dapat mencerminkan derajat kehidupan penduduk. Semakin baik fasilitas perumahan dan lingkunganyang ada di desa tersebut, semakin baik pula tingkat kehidupan penduduknya. Aspek kependudukan diasumsikan dapat mencerminkan keadaan kesejahteraan penduduk dari desa yang ditempati. Penduduk miskin pada umumnya tinggal pada perumahan dan lingkungan kumuh, kurang ditunjang oleh fasilitas kesehatan dan kualitas sumber daya manusia yang pada umumnya rendah. Continue reading

Busung Lapar, Potret Buram Gizi Masyarakat

 

Pembahasan :

Busung Lapar, Potret Buram Gizi Masyarakat

            Dalam beberapa tahun terakhir,media massa banyakmenyoroti kasus gizi buruk dan busung lapar di beberapa daerah di Indonesia. Tak banyakpara pejabat yang menyangkal data statistik yang diberikan oleh media massa. Busung lapar yang terjadi sekarang merupakan efek dari krisis ekonomi di negara kita yang berkepanjangan yang menyebabkan ketidakmampuan masyarakat untuk membeli bahan makanan yang baik dari segi jumlah dan mutu. Selain itu kurangnya pengetahuan masyarakat tentang makanan yang bergizi merupakan penyebab lain timbulnya busung lapar.  Paling banyak yang terkena busung lapar adalah anak-anak. Dalam buku Busung Lapar[1] diartikan sebagai penyakit busung yang disebabkan kekurangan gizi.dengan kata lain, Busung lapar yang dalam bahasa Belanda disebut honger oedem (HO) itu antara lain dapat terjadi karena masalah ekonomi orang tua yang terimpit kemiskinan[2]. Anak menderita sakit yang tak sembuh-sembuh sehingga susah makan. Sanitasi lingkungan yang buruk dan pemahaman warga terhadap kesehatan kurang. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh pola konsumsi yang tidak memperhatikan keseimbangan gizi. Hal itu dapat menimpa siapa saja, tidak mengenal status ekonomi. Anak orang yang berkecukupan pun bila tidak diperhatikan keseimbangan gizinya dapat terkena gizi buruk. Tentang kasus busung lapar di NTB, meskipun surplus padi, sebagian besar penduduknya bekerja sebagai buruh tani. Continue reading

Pengelompokan sosial baru pada masa remaja


Pengelompokan sosial baru pada masa remaja

 

Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Lazimnya masa remaja dianggap mulai pada saat anak secara seksual menjadi matang dan berakhir saat ia mencapai usia matang. Menurut Santrock (2007), remaja diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional.

Tahapan remaja menurut Hurlock, remaja dimulai dari tahap pubertas = 12 – 14 tahun, tahap remaja awal = 14-17 tahun. Tahap remaja akhir = 17-21 tahun. Pada masa persiapan fisik, yang paling menyolok pada diri remaja adalah perubahan fisik yang sedang dialaminya. Pada saat remaja memasuki masa persiapan diri, pada umumnya kematangan tubuh dan kedewasaan seksual sudah tercapai. Pada masa ini ia sedang menyiapkan diri menuju pembentukan pribadi yang dewasa. Pada masa persiapan dewasa, remaja diharapkan sudah mencapai status kedewasaan dalam lingkungan keluarga. Pada masa ini ia harus menyiapkan masa depan, peran dan penempatan dirinya dalam masyarakat. Continue reading

Aplikasi Keterampilan Pekerja Sosial dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (Philip A. Berry)

Aplikasi Keterampilan Pekerja Sosial dalam

Manajemen Sumber Daya Manusia (Philip A. Berry)

 

Pekerja di berbagai bidang dilanda banyak masalah yang terkadang mengganggu efektivitas dirinya dan produktivitas secara keseluruhan. Keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki para pekerja sosial diharapkan dapat diterapkan dalam pengaturan nontradisional dengan cara baru untuk meningkatkan produktivitas karyawan dan efektivitas organisasi.  keterampilan kerja sosial dapat meningkatkan metode manajemen sumber daya manusia yang berlaku untuk masalah saat ini di tempat kerja. Ini akan memeriksa keterampilan yang digunakan oleh pekerja sosial dan keterampilan-keterampilan unik sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam manajemen sumber daya manusia.

Continue reading

Masa Pubertas


Masa Pubertas

 

Lulus SD, sepertinya itu adalah babak baru pubertas. Diusia tersebut terlihat banyak kondisi psikologis yang berubah dari SD ke SMP. Saat di SMP sepertinya saya rentan terhadap pendapat orang lain, ketika teman-teman lain mengendarai sepeda ke sekolah, saya pun akhirnya mengikutinya, mencari teman buat jalan bareng ke SMP. Senang bergerombol, jalan bareng sama teman-teman sepertinya menjadi suasana yang biasa untuk anak-anak kelas 1 SMP. Mood mudah berubah ubah, saat itu sedang zaman-zamannya manggil nama dengan nama orang tua, karena kesal nama orang tua diejek-ejek kontan saya langsung berantem di kelas, baju sobek, bangku patah.mungkin hal itu terjadi karena saya merasa lebih hebat setelah latihan rutin pencak silat. Dan itu pun terjadi 3 kali saat kelas 1 SMP dengan teman kelas yang lain dan dengan masalah yang sepelelainnya. Namun tak sampai 1 jam, kita sudah tidak marahan lagi, tertawa bersama kembali.di tahun pertama SMP, kegiatan saya cukup banyak diluar rumah, aktif di PRAMUKA, senang dengan camping dan lintas alam, serta punya kebangga tersendiri ketika dapat menonjol diantara anggota pramuka lainnya. Continue reading

Lumpen Proletar


Lumpen Proletar

Ketika kita mendengar kata masalah sosial, hal yang terngiang dipikiran kita adalah Pencuri, pelacur, pengamen, penjudi, pencuri, dan pejudi, ataupun tentang tindakan anarkisme. Masalah merupakan suatu hambatan yang kita hadapi, jika suatu masalah tidak hanya mengancam atau meresahkan individu dan keluarga, melainkan lebih luas lagi menyangkut jumlah keluarga – keluarga yang lebih banyak, C.Weight Mills menyebutnya sebagai keresahan umum.[1] Pencuri, pelacur, pengamen, penjudi, pencuri, dan pejudi dianggap sebagai Lumpen Proletar. Lumpen Proletar merupakan golongan yang disisihkan dan dihiraukan oleh Marx dalam sebagian besar tulisannya. Dalam buku Komunis Manifesto, Ide borjuis-proletar terangkum pada bab pertama manifesto ini. Marx merasa bahwa sejarah dunia ini dibangun diatas perjuangan kelas Proletar atas penghisapan kelas Borjuis. Kemudian, Marx merumuskan bahwa kelas Proletar adalah para pekerja dalam bidang industri dan kelas Borjuis adalah para pemilik modal dari industri-industri tersebut. Sedangkan, petani termasuk dalam sebuah kelas yang disebut Marx sebagai lumpen-proletar. Continue reading