Kolonialisme : Pengertian dan Implikasi
Kolonialisme dan neo-kolonialisme keduanya dibangun dan direkayasa oleh kekuatan dunia barat, tujuan utamanya adalah membentuk dan memelihara imperalisme barat. Kolonialisme difungsikan melalui eksploitasi dan maipulasi sumberdaya manusia dan alam. Di era neo-kolonialisme, Amerika Serikat menjadi sebagai aktor yang dominan. Sebagai kekuatan yang super, Amerika melakukan neo-kolonialisme bersama sekutunya dan para kalangan elit politik negara lainnya. Amerika Serikat juga melakukan manipulasi melalui organisasi keuangan dunia dan PBB.
Sekilas Kolonisasi Eropa modern
Kolonialisme mulai ditelusuri sekitar tahun 1500, dimana telah dtemukannya rute laut dari eropa ke pantai Afrika Selatan pada tahun 1488 dan ditemukannya benua Amerika pada tahun 1492. Portugal memainkan peran kunci dalam penemuan dari rute laut. Portugis memperluas kekuasaan, baik ke arah barat dan ke timur. Kekuasaannya dari Brasil ke arah barat dan sampai Samudera Hindia ke arah timur. Namun Portugal tidak bisa mendominasi Samudera Hindia, dan tidak terlalu kuat di Brazil. Pada 1580, Philip II dari Spanyol mengambil alih takhta Portugal.
Pada abad ke 16 Belanda menjadi negara kuat di dunia terutama diangkatan laut dan komersial. Belanda East India Company didirikan dengan kantor pusat pertama di Banten pada tahun 1607, dan kemudian pindah ke Jakarta. Pembangun utama Imperium Belanda adalah Jan Pieters zoon Coen pada 1618-1623 dan dari 1627 sampai kematiannya pada 1629. Coen dan pejabat lain dari perusahaan itu berlaku terlalu kejam dan kasar kepada penduduk setempat. Ketika penduduk Banda Besar menentang Belanda pada 1621, Coen membantai 2.500 penduduk dan 800 penduduk diangkut ke Batavia. Untuk membatasi produksi cengkeh di tempat tertentu, dia menghancurkan 65.000 pohon cengkeh di Maluku. Kekuatan puncak dari imperalisme Eropa berada diantara Perang Dunia 1 dan Perang Dunia 2, namun tak lama kemudian menurun setelah munculnya gerakan nasionalis di negara terjajah. Sebagian besar harta kolonial Belgia, Portugal dan Belanda decolonisasi selama tahun 1950-1970.
Kolonialisme: Definisi, Tujuan, Strategi dan Implikasi
Menurut Jack Woddis, Kolonialisme berarti dominasi politik dane konomi secara langsung dari satu negara dengan yang lain. atas dasar kekuasaan negara berada di tangan kekuasaan kolonial. Dari definisi kolonialisme, tiga poin dapat dengan mudah diperoleh:
Pertama, kolonialisme berarti bahwa suatu negara dikuasai oleh negara asing yang disebut kekuatan kolonial. Kedua, Kekuasaan kolonial mendirikan dominasi ekonomi dan politik selama menjajah negara. Ketiga, Kekuasaan kolonial yang bersekutu dengan beberapa orang pribumi yang mendukung kolonialisme untuk kepentingan ekonomi dan politik mereka sendiri.



<






