sms aja ke 085710083766, kami akan memberikan harga yang murah untuk pembelian 1 sack nya
SILICA GEL BIRU
sms aja ke 085710083766, kami akan memberikan harga yang murah untuk pembelian 1 sack nya
SENI FOTOGRAFI dan REALITAS SOSIAL
Oleh Wahyu Ramdhan Wijanarko, 1006694271

Maret 1993, Kevin Carter memutuskan terbang ke Sudan, untuk mengambil foto pemberontak disana, namun disaat mendarat di desa Ayod, Carter memutuskan untuk memotret korban kelaparan, melihat gambaran rakyat Sudan yang kelaparan hingga mati. Ia berjalan menembus semak belukar, ia mendengar rintihan pelan, semakin lama semakin tinggi rintihannya. Ia melihat seorang anak perempuan kecil yang sedang berjuang merangkak menuju ke pusat makanan. Disaat sang anak membungkuk kelelahan terlihat seekor burung pemakan bangkai di tampilannya. Ia menunggu tampilan terbaik dari burung pemakan bangkai, menunggu selama 20 menit, berharap sang burung melebarkan sayapnya, namun burung tersebut tidak melebarkan sayapnya, sang anak yang hampir mati kelaparan tersebut masih membungkuk di tengah jalan. Setelah Carter mengambil gambar, ia mengejar burung pemakai bangkai tersebut, mengusirnya, dan pergi.
Beberapa hari setelahnya, New York Times membeli foto tersebut, gambar tersebut langsung menjadi icon kesedihan Afrika. Ratusan orang menanyakan kabar anak perempuan kecil tersebut, namun New York Times tidak dapat menjawabnya, karena tidak ada laporan, apakah anak tersebut berhasil sampai ke pusat makanan. Foto ini pun memenangkan penghargaan Pulitzer, penghargaan fotografi tertinggi di dunia. Foto ini menggugah nurani seluruh masyarakat dunia, membuka mata manusia akan kelaparan yang terjadi di Afrika.Kalimat diatas menunjukkan bahwa, fotografi mampu masuk kedalam ranah sosial, menunjukkan pada dunia tentang realita sosial yang tertutupi, menampilkan sebuah karya seni yang memiliki nilai, karya seni yang menggetarkan emosi.
Fotografi berasal dari bahasa Yunani :phos yang Continue reading