Rakyat miskin objek kampanye

Rakyat miskin objek kampanye

 

Dalam pemilihan umum, partisipasi politik melalui sokongan suara masyarakat miskin menjadi hal yang signifikan untuk memenangkan para elite politik menuju kursi kekuasaan. Rakat miskin mudah digiring untuk berkampanye, bukan karena paham tentang politik atas kesadaran pribadi, namun karena untuk mendapat keuntungan langsung, berupa uang, makanan, dan kebanggaan. Dr. Musni Umar menjelaskan bahwa partisipasi politik dikalangan pengayuh becak dikatakan meriah,hal ini disebabkan antara lain:

  • Mereka memiliki banyak waktu, keikutsertaan mereka dalam kampanye, bukan karena pengayuh becak mempunyai budaya politik untuk mengamalkan demokrasi, tetapi mereka mengharap bantuan uang.
  • Berkampanye dianggap sebagai kebanggaan, terutamakarena bertemu dengan tokoh politik yang selama ini hanya dilihat di televisi
  • Kampanye merupakan ajang hiburan, karena hampir disetiap kampanye disuguhkan hiburan musik yang setidaknya dapat sejenak melupakan kepenatan hidup.
  • Mendapat pakaian, makanan dan dianggap sebagai manusia yang diperlukan. Continue reading

TIPS KAMPANYE KREATIF INOVATIF

PARTAI 2009

TIPS KAMPANYE KREATIF INOVATIF ala WAHYU IPB

PEMILU LEGISLATIF tinggal beberapa hari lagi, 9 April 2009 kata KPU. lihat aja di jalan, banyak banget tuh foto2 orang-orang sok “Gan-teng” dan sok “Can-Tik” bertebaran di pelosok kota, Mulai dari Spanduk, bendera, pamphlet, ampe kalender di pampang dimana-mana. Tak peduli anda partai Nasionalis macam PDIP,PDI,PNI atau Partai Pancasila GOLKAR, HANURA,Gerindra atau ada partai ISLAM yang patut di ceklist Seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), PAN, PKB,PPP,PBB atau pun Partai-partai baru lainnya… Tapi apa itu efektif???? Jujur kalo gw bilang itu kurang efektif, malah seakan kayak sampah, merusak pemandangan. Buat baksos udah biasa banget, deketin tokoh masyarakat udah ga jaman, apalagi kalo nyogok rakyat make duit 20rebu hahaha… kasus penyuapan tuh..

Oleh karena itu, Gw punya

Tips Unik Buat para kalian partai-partai ama Caleg-caleg:

Continue reading